![]() |
Hutan bambu |
Mendengar
kata Jepang, kita sering teringat akan gedung-gedung pencakar langit di pusat
Tokyo, kuil-kuil di Kyoto, dan bahkan hiruk-pikuk di Takeshita-Dori, satu
jalanan sempit yang penuh dengan anak muda Jepang. Tapi, di artikel saya yang
pertama ini, saya akan membahas tentang retreat dari semua hiruk-pikuk
kota-kota besar itu, mendaki puncak tertinggi Kamakura, memandang kota Yokohama
dari puncak itu dan klimaksnya, mendengar suara ombak dari tebing putih di
Enoshima.
Berada di sekitar
50 Menit dari Stasiun Tokyo, dan 20 Menit dari Stasiun Yokohama, Kamakura
juga dikenal dengan kuil-kuilnya yang bertebaran di mana-mana. Kamakura
memiliki satu puncak tertinggi bernama Ohira.
[Ohira Yama Hiking]
![]() |
Tangga batu di luar Kenchoji temple |
Satu buku hiking yang selalu saya gunakan untuk memandu
saya mengatakan hal seperti ini: "A good view, only for they who wants to
walk." Ada benarnya. Perjalanan ke puncak Ohira akan membawa kita
melintasi Kenchouji temple. Sebuah bangunan kuno yang sudah
direnovasi. Di ujung kuil ini ada sebuah gerbang dihiasi plat-plat berwarna
emas berkilat. Keluar dari sini, akan tampak sebuah tangga batu yang diapit
pohon-pohon menjulang tinggi.
Melepas
Kenchoji temple,
Kita akan dibawa ke sebuah hutan bambu kecil. Dari sana, di ujung sebuah tangga
terjal ada kuil lain lagi, Hansobo Temple yang dihiasi patung-patung Karasu Tengu,
manusia separuh burung, memiliki paruh dan bersayap. Secara literal, Karasu
berarti burung gagak. Konon mereka yang menjagai gunung ini. Kalau kita jeli,
kita akan menemukan satu patung yang berbeda. Alih-alih paruh, dia memiliki
hidung panjang. Makhluk yang satu ini bernama Tengu.
Dari sana, barulah kita memasuki jalan setapak gunung.
Jalanan yang lumayan kotor dan berbau, dipenuhi
dengan pohon-pohon tinggi dan rumput dan lumut.
Tapi, di tengah bau pohon dan rumput itu, kita bisa berdiri
di observation deck dan memandang gunung Fuji dari kejauhan. Di musim semi
seperti sekarang ini, Gunung Fuji akan terlihat cantik dengan salju yang
menutupi puncaknya.
![]() |
Karasu Tengu |
Dari observation deck, kita memasuki hutan lebih dalam
lagi. Jalan setapak menanjak ini akan membawa kita ke dunia yang berbeda setiap
meternya. Mulai dari ilalang-ilalang pendek, batu-batu terjal berlumut, sampai
pohon-pohon cedar tinggi. Setelah melewati rentetan pohon cedar itu, barulah
kita memasuki puncak Ohira.
Sekilas, seolah tidak ada pemandangan yang berarti di
puncak Ohira, puncak tertinggi Kamakura yang sederhana ini. Tapi di balik papan
penunjuk, kita bisa melongok ke balik pagar besi yang menjaga agar orang tidak
jatuh, dan menikmati pemandangan kota Yokohama dari kejauhan. Saya bisa
mengenali Landmark Tower, salah satu simbol kota Yokohama, dengan mudah.
Turun dari gunung, nikmati kota Kamakura sejenak, menyantap
Soba dingin untuk melepas lelah. Kita masih bisa berputar kota kuno ini
sejenak, menyambangi beberapa kuil. Saya menyarankan untuk pergi ke Hokokuji
Temple, karena kuil ini terkenal dengan hutan bambunya yang cantik, sampai ia
mendapat julukan Bamboo Temple. Kita juga bisa mencari cindera mata di sini
kalau mau. Ada banyak toko yang menjual ukiran kayu di sepanjang jalan.
Rute hiking 3 jam ke puncak Ohira ini seperti di bawah ini:
Stasiun Kita Kamakura
![]() |
Summit of Kamakura City |
|
Kenchoji Temple
|
Hansobo
|
Observation Deck
|
Puncak Ohira
|
Zuisenji Temple
|
Kamakuragu Shrine
|
Kamakura Station
(Lunch)
Ada beberapa hal yang
perlu diperhatikan saat mendaki gunung di Jepang. Mungkin sebagian besar orang
sudah tahu, tapi saya akan mengulanginya di sini.
- Jangan lupa memberi salam : "Konnichiwa". Semua pendaki di sini saling bertukar salam saat mendaki gunung.
- Pakai sepatu yang enak untuk dipakai berjalan kaki.
- Bawa air dan makanan ringan yang secukupnya.
- Kalau ada toilet, masuk dan selesaikan urusanmu walaupun tidak ada urusan mendesak, jangan tunggu, karena di gunung jarang ada toilet.
- Sampah harus dibawa pulang, karena itu sediakan kantung plastik khusus untuk sampah.
- No Smoking, please...
[Chigo ga Fuchi, Enoshima]
![]() |
Chigo ga Fuchi, Enoshima |
Jujur,
Puncak Ohira dan perjalanan tadi tidak akan memuaskan tanpa tebing yang dideru
ombak. Chigo ga Fuchi berada di ujung barat Enoshima, sebuah pulau tak jauh
dari Kamakura.
Dari Kamakura, kita pindah ke Enoshima dengan menggunakan
kereta. Tidak jauh dari pintu keluar kereta, ada pusat pariwisata, ambil satu
peta Enoshima dari sana. Peta ini akan sangat berguna untuk memandumu ke Chigo
ga Fuchi.
Perjalanan
ke Chigo ga Fuchi tidak mudah karena harus melintasi lautan manusia. Ditambah
lagi beberapa perempatan akan membuat kita bingung. Karena itu kita membutuhkan
peta dari pusat pariwisata itu tadi.
Jalanan Enoshima selalu dipenuhi dengan orang-orang, tidak
jauh berbeda dengan Takeshita dori di Harajuku. Dipenuhi
dengan keramaian anak-anak muda. Jalan setapak itu diapit oleh pertokoan di
kanan dan kirinya.
Setelah berjalan merambat sekitar setengah jam, jalanan
akan kembali terlihat lengang dan kali ini kita akan disuguhi pemandangan
lautan luas. Terus saja berjalan mengikuti peta.
![]() |
Airnya yang jernih berwarna hijau karena rumput laut |
Chigo
ga Fuchi adalah sebuah tebing bebatuan yang demikian rendah sampai kita bisa
memegang air laut kalau mau. Beberapa orang memilih untuk duduk di sana
berjam-jam, memancing ikan. Tebing-tebing yang tidak rata itu membuat beberapa
lekukan yang menimbun sisa air laut yang menyurut. Air genangan itu berwarna
hijau jernih, berkilat saat sinar matahari menerpanya.
Di Enoshima, hanya ada satu hal yang perlu diperhatikan.
Hati-hati dengan burung Tobi. Mereka terbang rendah, dan mengincar makanan. Sesekali mereka akan menerjang turun dan
menyerobot makanan di tanganmu. So, be careful!
Di dekat Chigo ga Fuchi, ada satu gua dengan biaya masuk
500 Yen (sekitar 50.000 Rupiah). Kalau tertarik dengan situs kuno dan patung-patung
Budha kecil dari batu, kita
akan bisa menikmati gua ini. Kalau tidak tertarik, never enter the cave! Saya
menyesal menghabiskan 500 Yen untuk mengunjungi gua ini. *sigh...
[Pilihan perjalanan setelah ini]
Ada rencana setelah ini? Kita bisa menunggu sunset di Chigo
ga Fuchi sambil menikmati sisa makanan yang dibawa dari puncak Ohira, atau
menghabiskan waktu di kafe yang menghadap laut secara langsung, atau bahkan
mengelilingi Enoshima.
Enoshima memiliki beberapa taman dan observation tower.
Beberapa mengharuskan kita untuk membayar biaya masuk.
Untuk memperingan biaya, Enoshima memiliki one day pass
seharga 1000 Yen. Kita bisa berkeliling di empat tempat ini, menghemat 350 Yen!
2. Enoshima Sea Candle : Observation Tower di Enoshima
3. Enoshima Samuel Cocking Garden : Botanical Garden
4. Enoshima Iwaya : Gua yang tadi saya paparkan di atas
Atau, kita bisa kembali ke Tokyo, Yokohama, Shinjuku dan
berkeliling menikmati suasana malam di sana. It’s your choice !
[Perjalanan Pulang]
Perjalanan kembali ke Enoshima Station memiliki dua
alternatif. Dengan menggunakan perahu (400 Yen) atau berjalan kaki lagi kembali
ke stasiun. Pelabuhan perahu berada di ujung barat Chigo ga Fuchi. Ada papan
kayu yang menunjukkan arah.
[Access]
Tokyo Station ke Kita Kamakura :
JR
Yokosuka Line down for Zushi atau Kurihama
Kamakura Station ke Enoshima :
Enoshima Line down for Fujisawa
Enoshima Station ke Tokyo:
Enoshima Line down for Fujisawa, turun di Fujisawa Station.
Ganti ke
Tokaido Line down for Tokyo.[Map]
Bekal Hiking : 500 Yen
Kereta : Tokyo -
Kita Kamakura 780 Yen (Dari Stasiun Tokyo)
: Kamakura - Enoshima 250 Yen
: Enoshima - Tokyo 1100
Lunch : Kurang
lebih 1000 Yen
Optional Fee : Perahu pulang ke Enoshima Station 400 Yen
: 1 day pass Enoshima 1000 Yen

Judul : Tokyo Kinkou Yuru Tozan
Penulis : Nishino Toshiko
Penerbit : Jitsugyou no Nihon sha
Harga : 1200 Yen
Bahasa : Jepang
[Guide Book]

Judul : Tokyo Kinkou Yuru Tozan
Penulis : Nishino Toshiko
Penerbit : Jitsugyou no Nihon sha
Harga : 1200 Yen
Bahasa : Jepang